Jangan Salah Paham dengan Behel Gigi Karena 5 Mitos Ini!

Behel Gigi

Susunan gigi nggak rapih? Solusi pertama yang kamu temukan pasti adalah untuk memasang behel gigi. Ya, behel gigi adalah metode pemulihan susunan gigi yang paling terkenal dan populer.

Bahkan beberapa tahun yang lalu, sempat ada tren menggunakan behel gigi hanya untuk fashion, lho. Tidak kenal umur dan jender, behel gigi punya satu misi, yaitu memulihkan keindahan gigi kamu!

Walaupun behel gigi sudah sangat sering digunakan, masih banyak yang masih memiliki paham yang salah terhadapnya. Akibatnya, penggunaan behel gigi jadi nggak maksimal, atau gigi yang sebenarnya bisa rapih menjadi terlantar.

Mau tahu apa saja mitos-mitos seputar behel gigi yang sampai saat ini masih banyak banget dipercaya? Yuk, simak ulasan berikut!

1. Memakai behel berarti harus tahan sakit bertahun-tahun

behel gigi 1

Via – Calmaldental
Memang bagi kamu yang pertama kali memakai behel gigi, pasti akan terasa kurang nyaman. Atau bahkan ada yang merasa kesulitan untuk makan saat-saat pertama.

Hal ini hanya dikarenakan oleh gusi pada bagian dalam bibir yang masih belum terbiasa dengan adanya kawat. Selain itu, tekanan yang dihasilkan dari kawat juga bisa menyebabkan mulut terasa kurang nyaman sementara

Tapi, ke-enggaknyamanan ini hanya akan berlangsung sejenak. Biasanya hanya dua sampai dengan lima hari pertama, kok. Kawat gigi yang digunakan untuk behel saat ini lebih fleksibel dibandingkan dengan kawat kaku yang digunakan beberapa tahun yang lalu. Jadi, kuatnya tarikan kawat juga nggak akan sekeras kawat gigi zaman dulu.

2. Kawat harus diganti setiap kunjungan ke klinik

behel gigi 2

Via – Health Care Salary Online
Yang namanya memakai behel sudah seharusnya kamu melakukan kontrol dengan dokter gigimu secara rutin beberapa minggu sekali. Berarti kan, terdapat proses pemulihan yang sedang berlangsung.

Dokter gigi akan mengecek keadaan gigi dan kawat yang digunakan. Saat ini banyak yang berpikir kalau mengunjungi dokter gigi adalah saatnya kamu mengganti kawat gigi.

Karena alasan inilah banyak orang menjadi ragu untuk memasang behel karena akan mengulang-ngulang proses pemasangan setiap beberapa minggu.

Nyatanya, karena jenis kawat yang digunakan saat ini sudah fleksibel, kawat nggak akan sering rusak atau keluar dari gigi. Jadi, nggak perlu selalu diganti. Cukup diatur.

Walaupun begitu, kalau kawat sudah nggak kencang atau keluar dari gigi, kamu tetap harus menggantinya demi alasan kesehatan dan kenyamanan.

Proses penggantian kawat juga memakan waktu sekitar 20 sampai 30 menit. Jika kamu menggunakan sistem behel Damon, kamu nggak perlu menunggu lama ketika mengganti kawat gigi.

3. Gigi nggak akan berantakan lagi

behel gigi 3

Via – Clueye
Mungkin masih banyak yang berpikir bahwa susunan gigi akan selamanya rapih sesudah menggunakan behel gigi. Tapi, kenyataannya nggak begitu, lho! Gigi dan gusi termasuk organ yang konstan bertumbuh semasa muda.

Ketika kamu menggunakan behel gigi, tekanan kawat menarik gigi yang miring kembali ke tempat seharusnya. Karena “dipaksa” untuk bergeser, gigi akan kembali ke tempat semula ketika behel gigi dilepas.

Karena itulah, setelah melepas behel gigi, kamu masih harus tetap menggunakan retainer untuk menahan bentuk gigi selama setahun setelah melepas behel gigi.

Setelah gigi dan gusi sudah terbiasa, baru deh kamu bisa tenang, senyum cemerlang, dan nggak takut gigi kamu beralih ke posisi lama!

4. Menggunakan behel gigi harus sekencang-kencangnyabehel gigi 4

Via – Hallmark Dental
Secara logika, mungkin memang lebih masuk akal kalau behel gigi yang kencang akan membentuk gigi dengan lebih cepat. Namun kenyataannya, tarikan kawat yang terlalu kencang bisa merusak tulang gigi dan bagian sekitarnya.

Kembali lagi, setiap posisi yang berbeda pasti memerlukan tekanan dan tingkat kekencangan yang berbeda pula. Ada yang terlalu miring mungkin butuh tarikan lebih ekstra, ada yang sudah rapi dan tidak perlu.

Tarikan yang terlalu kuat juga bisa menyebabkan gigi bergeser ke arah yang nggak diinginkan. Bukannya merapihkan posisi dan susunan, posisi gigi malah akan menjadi semakin miring dan proses pembentukan posisi gigi pun akan menjadi lebih lama.

5. Gigi geraham merusak segalanyabehel gigi 5

Via – Egressydental
Kepercayaan yang satu ini sudah tertanam sangat dalam di pikiran banyak orang. Banyak orang percaya kalau tumbuhnya gigi geraham (khususnya yang belakang) mendorong gigi-gigi lainnya sehingga posisi gigi-gigi depan akan berantakan.

Secara natural, posisi gigi bisa beruba, apalagi ketika usia muda dengan tulang masih bertumbuh. Karena itulah penggunaan retainer disarankan untuk semua orang. Tapi perubahan posisi gigi ini nggak disebabkan oleh tumbuhnya gigi geraham belakang (wisdom tooth).

Menurut hasil riset, tekanan yang dihasilkan karena pertumbuhan gigi geraham nggak cukup untuk menggeser seluruh posisi gigi-gigi depan lainnya.

<hr\>

behel gigi 7

Via – Mind Body Green
Bagaimana? Apakah setelah mengetahui lima fakta ini kamu menjadi lebih mengerti tentang behel gigi? Ingat, menggunakan behel gigi memang merupakan proses yang panjang. Tapi, bukan berarti proses tersebut akan menyakitkan, ya. Hasilnya juga akan memuaskan!

Perlu diingat juga kalau pemasangan behel gigi sebaiknya dilakukan oleh Drg spesialis Orthodontist. Bagi kamu yang ingin mencari dokter-dokter spesialis ahli, kamu bisa menemukan mereka di Audy Dental. Yuk, buat kamu yang ingin memasang atau sekedar bertanya tentang behel gigi, langsung saja kunjungi!

Hubungi customer service kami di

Lusinta (Call)                         : 021 717 944 28

Ulfi (Call)                                : 021 2912 4856

Endri (SMS/Whatsapp)         : 0812 8257 5375 

Line                                        : @audydental (pakai@) 

Baca juga Tahukah Kamu? Mengapa Kita Harus Memutihkan Gigi?

Sumber Gambar Utama: VK SmileArt

Share on:
Facebook Twitter Plusone Pinterest Email