Blog Detail

Amankah Prosedur Veneer yang dilakukan oleh Salon Kecantikan/Tukang Gigi (Non Dokter Gigi) ?

Sebelum kamu memutuskan untuk melakukan veneer gigi di salon/tukang gigi, ada baiknya kamu baca dulu artikel dan pengalaman orang-orang yang kami share di bawah ini ya.

Beberapa tahun terakhir, trend veneer gigi mulai muncul dan digemari oleh masyarakat kita. Dengan boomingnya veneer gigi ini, ternyata mulai banyak lho pihak-pihak yang menawarkan pemasangan veneer, termasuk di antaranya tukang/ahli gigi dan salon-salon kecantikan. Iming-iming yang ditawarkan di antaranya adalah harga yang miring, layanan panggilan ke rumah (home service), dan klaim bahwa tekniknya aman karena tidak mengikis gigi dan hasilnya tidak kalah dari dokter gigi.

Yang parahnya lagi, supaya lebih meyakinkan mereka juga memajang contoh-contoh hasil perawatan yang seringkali adalah foto-foto yang diambil dari pekerjaan dokter gigi beneran (termasuk banyak foto dari Audy Dental juga yang dipakai tanpa izin).  

Namun lebih jauh lagi, Audy Dental ingin berbagi info tentang apa aja sebenarnya bahaya yang mengintai kamu sendiri bila melakukan veneer gigi bukan dengan dokter gigi spesialis yang berkompeten.

1. Hasil yang sama sekali tidak estetik

Semuanya sepakat dong, kalau melakukan veneer gigi tujuannya supaya senyumnya lebih cantik dari sebelumnya. Tapi kenyataannya, alih-alih cantik, hasil setelah veneer di oknum-oknum ini malah bikin banyak korbannya jadi malu dan gak pede karena hasil gigi yang jadi tebal dan tonggos, serta hasil yang sangat terlihat sangat putih dan palsu. Akibatnya, banyak dari mereka yang datang ke Audy Dental untuk diveneer ulang. Sayang banget kan, akhirnya kamu harus keluar biaya 2x lebih besar karena harus melakukan veneer ulang. Veneer di ahli gigi/salon kecantikan ini juga ternyata ga murah lho. Jangan sampai terkecoh ya!

Pro Kontra Pengikisan Gigi

Terkadang ada mispersepsi juga di masyarakat mengenai pengikisan gigi pada tindakan veneer gigi. Banyak pasien yang ingin veneer  tapi takut karena giginya perlu dikikis. Akibatnya mereka mencoba melakukannya di tukang gigi/salon yang mengklaim bahwa untuk memasang veneer tidak perlu mengikis gigi. Ini yang perlu diluruskan.

Pengikisan gigi pada veneer ada tujuannya, yaitu untuk menyediakan tempat yang sesuai dengan ketebalan veneernya. Bila tidak dikikis, gigi pasti akan bertambah tebal dari sebelumnya. Bila gigimu kecil-kecil dan posisinya dibelakang, dokter gigi tidak perlu mengkikis gigi, dan hasilnya akan tetap bagus. Tapi bayangkan, bila gigi asli pasiennya maju atau besar-besar dengan bibir yang tipis. Pastinya, hasil akhirnya bentuk veneer giginya akan terlihat besar-besar dan tonggos serta susunan gigi juga jauh dari kesan natural.

Dokter gigi sebisa mungkin tidak ingin mengkikis gigimu saat veneer gigi. Tapi, pada kebanyakan kasus, setelah melakukan “smile analysis” dan membuat “smile design” pengikisan mutlak diperlukan.

Jadi kesimpulannya, bisakah dokter gigi melakukan veneer gigi tanpa pengikisan gigi? Bisa banget! Tapi, apakah hasilnya bagus serta fungsi dan estetikanya berkualitas? Tidak bisa dipaksakan di semua kasus, dan bila perlu dokter gigi memang harus mengikis gigi untuk memberi hasil senyuman yang optimal dan memuaskan bagi pasien.

Ini beberapa contoh hasil gigi yang besar-besar dan tonggos akibat prosedur yang tidak benar. Lebih lengkapnya kamu bisa buka akun Instagram @kortugi

2. Timbul bau mulut, gusi bengkak & mudah berdarah, serta infeksi dan radang gusi & gigi

Perawatan veneer merupakan prosedur yang membutuhkan akurasi tinggi dan teknik yang tidak mudah, lho. Pemasangan yang tidak benar malah akan menimbulkan masalah seperti gusi bengkak, mudah berdarah, bahkan hingga timbul infeksi dan peradangan berat. 

Pemasangan yang sembarangan juga akan menyebabkan terjebaknya sisa makanan dan kotoran yang membusuk di antara veneer dan gigi, sehingga timbul bau mulut dan radang gusi dan bila dibiarkan gigimu bisa keropos dan rusak dan bernanah. 

Seringkali, tim dokter estetik Audy Dental mendapati kasus seperti ini, veneer yang menyatu sama lain, bentuk yang berantakan dan melebar ke gusi, hasil yang kasar dan tebal, dan kualitas materialnya yang buruk sehingga mudah lepas dan pecah. Jadi, berhati-hatilah dalam memilih ya.

Berikut contoh foto akun promosi veneer oleh tukang gigi dan salon kecantikan. Umumnya mereka hanya menunjukkan hasil veneer dari tampak depan saja. Setelah veneer dibongkar karena keluhan gusi sakit dan mudah berdarah, seperti ini penampakan gusi yang sudah rusak akibat pemasangan veneer yang salah.

3. Resiko penularan Penyakit Berbahaya

Gigi dan mulut adalah bagian tubuh yang mudah ditulari oleh penyakit. Oleh karenanya, dokter gigi sebagai tenaga medis diwajibkan melakukan tindakan sterilisasi ruangan, peralatan dan material dengan benar.

Sterilitas dari alat maupun operator non-medis perlu dipertanyakan. Tindakan mereka beresiko menularkan infeksi dan berbagai penyakit jika dilakukan dengan alat dan bahan yang tidak steril. Penularan penyakit bisa terjadi antara operator dengan pasien, atau antar pasien satu dengan lainnya. Hepatitis B, TBC, radang selaput otak dan AIDS adalah contoh dari beberapa penyakit yang bisa ditularkan. Kamu bisa lihat contoh di bawah ini, operatornya tidak menggunakan sarung tangan disposable (sekali pakai), dan peletakan alat2 di lantai, serta pengerjaan yang dilakukan bukan di ruangan yang steril.

4. Kesulitan Pengunyahan & Radang Sendi/Otot pengunyahan

Pemasangan veneer yang salah akan mengganggu fungsi gigitan kamu sehingga jadi sulit mengunyah. Selain itu, pemasangan veneer yang salah juga bisa berpengaruh pada otot wajah, otot pengunyahan, dan sendi di sekitarnya. Tidak jarang muncul keluhan rasa sakit yang menjalar, pusing, dan telinga berdenging setelah pemasangan veneer tersebut.

 

Nah, untuk itu perlu diwaspadai promo pemasangan veneer oleh tukang gigi dan salon kecantikan. Sebaiknya jangan mudah tergiur penawaran harga yang murah atau iming-iming lainnya. Percayakan perawatan veneer hanya pada dokter gigi yang sudah ahli di bidangnya. Jangan sampai keinginanmu untuk mempercantik gigi malah berujung pada masalah baru yang merusak gigimu.

Untuk lebih jelas mengenai prosedur veneer gigi yang benar kamu bisa baca artikel kami Veneer Gigi: Macam dan Prosedurnya.

Seluruh foto dalam artikel ini diambil dari akun Instagram Korban Tukang Gigi (@kortugi).