Blog Detail

Scaling dan Polishing Gigi

Scaling dan Polishing Gigi

Pembersihan karang gigi (scaling) dan pemolesan (polishing) gigi adalah tindakan gigi yang paling umum dilakukan untuk prophylaxis (atau pencegahan penyakit pada gigi).

Setiap orang disarankan untuk menyikat gigi setidaknya dua kali sehari atau setiap selesai makan untuk mencegah kerusakan pada gigi. Namun, ada beberapa kasus di mana plak dan kotoran tetap menumpuk. Ini terjadi karena mulut dan gigi memiliki lapisan bakteri. Air liur mengandung kalsium yang diperlukan gigi untuk membuat gigi tetap kuat dan sehat. Saat seseorang sedang makan, makanan tersebut diubah menjadi gula yang mengental, yang akan bercampur dengan bakteri. Selama aliran ini terus terjadi, kondisi gigi menjadi lebih asam, yang dapat menyebabkan noda dan menyebabkan kerusakan pada email gigi, dan bahkan sampai ke akar gigi. Karenanya, penting untuk menggabungkan kegiatan menyikat gigi yang dilakukan secara rutin dengan tindakan pembersihan gigi yang lebih menyeluruh, seperti scaling dan pemolesan gigi.

Scaling gigi atau pembersihan karang gigi adalah proses pembersihan gigi guna membuang tumpukan karang gigi atau noda pada gigi. Proses ini mirip dengan pembersihan kerak yang ada di dinding. Meskipun pembersihan karang gigi dilakukan pada permukaan mahkota gigi, tindakan ini juga dapat dilakukan pada akar gigi, terutama bila karang gigi pada akar gigi sudah terbentuk. Terbentuknya karang gigi akan menyebabkan bakteri menyerang dan merusak gusi. Proses ini juga disebut sebagai root planing atau penghalusan akar gigi.

Sedangkan pemolesan gigi adalah proses penghalusan gigi karena tindakan pembersihan karang gigi dapat membuat gigi menjadi kasar. Selama proses ini, dokter gigi juga dapat memberikan perlindungan tambahan pada gigi dengan menambahkan sedikit zat fluoride pada gigi

scaling dan polishing

Sejak dahulu, terdapat perbedaan argument di antara pakar kesehatan gigi dan mulut mengenai perlu atau tidaknya tindakan pemolesan gigi. Sebagian ahli berpendapat bahwa pemolesan gigi hanya boleh dilakukan jika memang benar – benar diperlukan. Kalau tidak, maka gigi dianggap tidak perlu terkena peralatan yang dapat mengikis gigi untuk mencegah munculnya kerusakan di masa mendatang. Karenanya, pasien perlu berkonsultasi dengan dokter gigi mereka untuk mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya sebelum melakukan scaling dan pemolesan gigi.

Setiap orang dari segala usia perlu mempertimbangkan untuk melakukan pembersihan karang gigi dan pemolesan gigi untuk memperoleh kesehatan gigi yang optimal. Saat kerusakan gigi sudah mulai menyebar, tindakan yang perlu dilakukan akan semakin kompleks.

Meskipun demikian, setiap orang yang sudah mulai menunjukkan tanda – tanda adanya penyakit pada gigi boleh tetap melakukan tindakan ini, karena dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit pada gigi dan mungkin juga dapat menghentikan kerusakan pada gigi untuk waktu yang lama. Salah satu gejala penyakit pada gusi yang paling umum adalah terjadinya pendarahan, terutama saat sedang menyikat gigi.

Seseorang yang memiliki napas yang tidak sedap juga perlu mempertimbangkan untuk melakukan pembersihan gigi secara menyeluruh agar dapat memperoleh hasil yang diinginkan. Karena ada rasa ngilu yang mungkin dialami selama tindakan, pada pasien yang sangat sensitif dapat dilakukan bius lokal untuk mengurangi ketidaknyamanan.

Setelah tumpukan karang gigi yang berukuran besar sudah dikeluarkan, dokter gigi kemudian akan menggunakan alat pembersih dengan tangan, yang tersedia dalam beberapa ukuran. Meskipun dengan menggunakan alat tersebut dapat membuat waktu tindakan semakin lama, dokter gigi dapat mengakses daerah yang lebih dalam pada gigi, yang tidak bisa dijangkau dengan alat ultrasonik. Alat – alat tersebut juga dapat digunakan untuk mengeluarkan timbunan karang gigi yang berukuran lebih kecil, terutama yang menyelip di antara gigi.

Setelah tindakan scaling gigi selesai, dokter gigi kemudian akan melanjutkan dengan pemolesan gigi menggunakan sebuah alat yang ujungnya dipasang karet lembut. Pasta pemoles gigi, yang biasanya terbuat dari zat fluoride, kemudian akan dioleskan di ujung lapisan karet lembut tersebut. Dokter gigi kemudian akan menggosokkan alat tersebut pada gigi untuk menghaluskan daerah yang baru saja dibersihkan. Pasien dapat beraktivitas seperti biasa setelah tindakan selesai dilakukan, walaupun pasien diminta untuk tidak makan dan minum selama setengah sampai satu jam setelah tindakan selesai.

Tindakan pembersihan karang gigi dan juga pemolesan gigi, serta penghalusan akar gigi, secara umum tidak berbahaya dan aman. Namun, rasa tidak nyaman mungkin akan dirasakan selama tindakan dilakukan, dan akan makin terasa jika dokter gigi yang menangani kamu memberikan tekanan yang kuat atau dokter gigi tersebut melakukannya dengan kasar. Tindakan yang tidak dilakukan dengan benar dapat menyebabkan luka pada gusi dan juga pendarahan.

Untuk kamu yang tinggal di Jakarta dan sedang berencana untuk membesihkan karang gigi di klinik gigi Jakarta, pastinya kamu harus memilih klinik gigi di Jakarta yang bermutu dan terpecaya. Ada banyak klinik gigi di jakarta yang bisa kamu kunjungi untuk pemandapatkan perawatan scaling dan polishing gigi yang bagus dan nyaman, salah satunya adalah klinik gigi jakarta Audy Dental. Dengan alat khusus berteknologi tinggi, kamu bisa terbebas dari rasa nyeri saat pembersihan gigi dan tetap mendapatkan hasil yang maksimal di klinik gigi Jakarta Audy Dental.

 

Baca juga:

Berkunjung ke Dokter gigi jangan nanti-nanti

Harga Gigi Palsu

Dapatkan Special Offer di Audy Dental khusus dibulan ini! Silahkan hubungi kami di:

0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.